Feeds:
Posts
Comments

audisi

Kamu bisa main biola, biola alto, cello, contrabass, flute, clarinet, oboe, bassoon, french horn, trumpet, trombone, bass trombone, tuba, timpani* atau perkusi*? Dan ingin bisa bermain bersama teman-teman dalam orkestra?

Nah, kini saatnya bergabung dengan Twilite YOUTH Orchestra!

Syaratnya :

1. Umur 10 – 24 tahun.
2. Tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
3. Sudah bisa memainkan alat musiknya.
4. Mengirimkan biodata, 1 buah pasfoto (4×6) dan mengambil partitur lagu wajib di kantor Twilite Orchestra dengan alamat:

Jl. Taman Pinang Nikel PR-35,
Pondok Indah,
Jakarta 12310

Biodata (CV) juga dapat dikirimkan ke:

twilite_youth_ orchestra@yahoo.com

Materi audisi :

1. Lagu wajib (dapat diambil di kantor Twilite Orchestra. Kami juga akan mengusahakan partitur lagu wajib dapat diunduh di website ini).
2. Lagu pilihan sendiri (dibebaskan komponis dan era).
3. Tangga nada (mayor dan minor).
4. Sight-reading.

Biaya audisi sebesar Rp. 50.000,- dibayar pada saat penyerahan biodata. Audisi akan diadakan pada tanggal 1 Februari 2009 di kantor Twilite Orchestra (jadwal akan diumumkan kemudian).

Informasi lebih lanjut silahkan dapat menghubungi Budi (021-7581 8957/58) dan Thressia (0816 181 4738 / 0819 3244 0043).

Catatan : alat musik yang bertanda * akan disediakan.

Sibelius 5

Hari sabtu kemarin, saya baru saja membeli sebuah software scorewriter Sibelius 5. Scorewriter adalah software untuk menulis not balok secara digital. Sebenernya saya sudah cukup lama memakai Sibelius, sejak munculnya Sibelius 3. Dan saya tertarik dengan produk keluarannya yang terbaru yaitu Sibelius 5

sibelius5

Setelah dicoba, Sibelius 5 memiliki beberapa fitur yang lebih baik dibandingkan versi-versi terdahulunya. Sibelius 5 memiliki variasi VST (Virtual Studio Technology) yang lebih banyak, sehingga kita bisa mendengar suara instrumen yang lebih baik kualitasnya. Selain itu, Sibelius 5 juga sudah menambahkan font terbaru dan simbol-simbol musik yang belum ada di Sibelius 4.

Kelebihan lain Sibelius 5 dibanding software scorewrite lainnya seperti Finalle 2009 adalah user friendly. Sibelius 5 lebih mudah untuk dipelajari dan digunakan  dibandingkan dengan Finalle 2009. Sibelius juga sudah dikenal luas di seluruh dunia & digunakan dalam pendidikan musik di berbagai universitas di luar negeri.

Oboe Fingering Chart

Sebelum kita mulai belajar memainkan lagu-lagu, biasanya kita belajar penjarian tangan pada oboe terlebih dahulu. Berikut ini gambar penjarian tangan pada oboe dengan mekanisme semi automatic.

Bisa juga search di google fingering chart untuk mekanisme oboe yang berbeda, seperti thumbplate system maupun full automatic.

Pada tulisan kali ini, saya akan membahas mengenai cara membongkar footjoint pada flute dan cara perawatan (maintenance) pada flute. Siapkanlah alat-alat sebagai berikut: kain untuk alas, screw driver kit (obeng), silver polishing cloth atau cairan silver polish, key oil, cleaning paper, polishing cloth dan polishing gauze.

Taruhlah footjoint flute diatas alas kain. Peganglah bagian ujung footjoint. Ambil obeng negative, tekanlah spring (kawat seperti jarum yang berfungsi untuk mengembalikan key ke posisi semula setelah ditekan) keluar. Berhati-hatilah sehingga spring tidak patah. Kemudian bukalah rod pada footjoint menggunakan obeng.

Setelah dibuka, tariklah rod sehingga lepas dari post.

Dengan tidak menyentuh pad, lepaslah key dari footjoint.

Setelah melepas key dari tube footjoint, bersihkan deposit minyak yang terdapat pada post dengan menggunakan tissue/kain. Kemudian lap tube footjoint dengan menggunakan silver polishing cloth atau cairan silver polish. Lap hingga warna cokelat pada flute (yang ditimbulkan akibat reaksi kimia antara perak dengan sulfur) menghilang.

Lalu ambillah key, dengan tidak menyentuh pad, melainkan memegang bagian logamnya. Bersihkan bagian logam key dengan silver polishing cloth.

Setelah tube dan semua key dibersihkan, kita akan memasang kembali footjoint. Susunlah kembali keys pada tube footjoint. Kemudian masukkan kembali rod ke footjoint, seperti gambar di bawah.

Bautlah kembali dengan menggunakan obeng. Lalu, kembalikan lagi posisi spring dengan menggunakan obeng, sehingga ketika key ditekan dan dilepas, posisi key akan kembali seperti semula.

Setelah selesai dipasang, ambil key oil dan minyaki bagian post pada flute. Kemudian tekanlah keys pada flute sehingga berfungsi dengan baik. Kemudian bersihkan bagian dalam flute dengan tongkat pembersih dan polishing gauze. Dan lap footjoint dengan polishing cloth, kemudian masukkan kembali footjoint ke flute case.

Apabila, key pads basah atau lengket, bisa menggunakan cleaning paper atau powder paper untuk membersihkannya.

Inline G Or Offset G

Pada flute, model inline G atau offset G seringkali menjadi topik yang sering dibahas. Apakah keuntungan menggunakan inline G atau offset G?

Selama ini orang berpikiran bahwa inline G adalah untuk model professional flute dan offset G untuk model student flute. Faktanya, di model professional flute pun, tidak jarang kita menemui mekanisme offset G. Berikut ini adalah gambar inline G maupun offset G yang saya ambil dari website Miyazawa. Gambar sebelah atas merupakan inline G dan gambar sebelah bawah merupakan offset G. Kedua-duanya merupakan flute model professional dari Miyazawa.

Inline G dan offset G secara akustik memiliki bunyi yang sama. Inline G merupakan pilihan yang baik untuk pemain flute yang memiliki jari-jari yang panjang atau tangan yang besar untuk mendapatkan kontrol penjarian yang pas. Sedangkan offset G merupakan pilihan yang baik untuk mendapatkan posisi tangan yang lebih natural. Offset G lebih banyak digunakan karena memberikan posisi penjarian yang lebih nyaman untuk tangan kiri, sehingga mengurangi tendensi pada otot-otot jari.

Selain itu, desain mekanisme pada offset G juga lebih sederhana. Sehingga lebih mudah memperbaiki flute offset G dibandingkan inline G. Pada inline G, terdapat banyak left hand keys (kunci) pada satu rod (silinder logam). Sehingga menyeting ketinggian pads, mengganti pads dan lain-lain akan memerlukan waktu yang lebih lama dan proses yang lebih sulit dibandingkan offset G. Selain itu terdapat kemungkinan rod menjadi bengkok akibat benturan atau tekanan dari jari yang terlalu keras karena rod hanya disupport oleh beberapa posts (penahan) yang terpasang pada ribs.

Pada desain offset G, kunci G ditempatkan di rod yang berbeda.. Sehingga rod di-support lebih banyak posts. Hal tersebut memberikan kestabilan dan memberikan proteksi lebih pada kunci-kunci penjarian tangan kiri.

Penambahan split E mechanism pada flute juga akan lebih mudah dilakukan pada offset G dibandingkan inline G. Selama beberapa tahun terakhir ini, model offset G lebih banyak digunakan dan lebih populer di kalangan pemain flute maupun pembuat flute dikarenakan kenyamanan dalam dan desain yang lebih sederhana.

Flute

Flute termasuk salah satu instrumen yang digunakan di dalam sebuah orkestra. Flute dibunyikan dengan cara meniup headjoint sehingga aliran udara mengenai pinggiran lubang pada lip plate. Flute sendiri termasuk di dalam keluarga woodwind (flute, clarinet, saxophone, bassoon, oboe). Material yang digunakan untuk membuat flute biasanya berupa nikel, perak, emas, platinum atau grenadilla wood.

Flute terdiri dari tiga bagian yaitu headjoint, body dan footjoint. Headjoint adalah bagian dari flute yang penting untuk menghasilkan suara. Apabila desain dan pembuatan headjointnya bagus, suara yang dihasilkan biasanya juga akan bagus apabila ditiup dengan benar.

Selain itu juga harus diperhatikan mekanisme kunci pada flute. Handmade flute biasanya akan mempunyai kualitas mekanisme yang lebih bagus daripada student flute. Yang paling penting bukan materialnya, melainkan proses pembuatannya (craftmanship). Meskipun materialnya bagus, tapi kalau proses pembuatannya kurang bagus, ya suaranya juga tidak akan terdengar bagus. Tapi biasanya semakin mahal material yang dipakai, para flute maker akan semakin berhati-hati dalam proses pembuatannya sehingga kualitasnya juga bagus.

Seperti yg dibilang oleh Albert Cooper – flute maker terkenal dari Inggris, “It’s not the material it’s the craftsmanship.”

Ini daftar manufacturer flute yang sudah terkenal mempunyai kualitas bagus:

Altus
www.altusflutes.com
Miyazawa
www.miyazawa.com
Muramatsu
www.muramatsuflute.com/e-menu.html
Hammig
www.hammig-boehmfloetenbau.de
Brannen
www.brannenflutes.com
Haynes
http://www.wmshaynes.com/
Powell
www.powellflutes.com

Akhirnya punya stock reed yang baru lagi. Setelah sekian lama harus mengirit penggunaan reed karena stock yang lama sudah mau habis, tinggal sisa 3 buah reed.

Kemudian ini adalah hygrometer reed case. Tempat untuk menyimpan reed oboe.

Hygrometer adalah alat untuk mengukur kelembapan udara. Biasanya ditempatkan di dalam box penyimpanan barang yang memerlukan kelembapan yang terjaga seperti dry box penyimpanan kamera. Keadaan ini akan mencegah pertumbuhan jamur yang menjadi musuh pada peralatan tersebut.

Pada reed case diatas, hygrometer yang digunakan mempunyai skala dari 0 hingga 100. Kelembapan ideal berada pada nilai 40 sampai 70. Apabila jarum penunjuk berada pada nilai dibawah 40, anda harus menambahkan air pada tempat yang sudah disediakan (terletak disebelah kiri).

Hygrometer reed case sangat berguna apabila konsentrasi uap air di udara sangat rendah. Dengan menjaga kelembapan reed, maka reed akan lebih terawat dan dapat bertahan lebih lama.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.